Kamis, 23 Mei 2019

Perpisahan

Pagi itu, semuanya sedang menunggu di depan gerbang, Ita yang tadi diantar Ayahnya pun sudah sampai dan bergegas masuk ke dalam gerbang, ia belum melihat teman-temannya di sekolah, mungkin belum sampai, Ita akan menunggu mereka tetapi Panitia menyuruh seluruh siswa untuk berbaris di lapangan sesuai dengan kelasnya masing-masing. Ita baris di paling belakang sambil menunggu Aya dan Elly. Sampai akhirnya mereka benar-benar datang. Ita melihat Aya yang memakai jaket abu-abu dan Elly yang memakai jaket merah. Si Laura tidak ikut karna ada acara keluarga, selalu saja mementingkan acara keluarga, Tidak seru !.

"Ita, makasih ya udah booking tempat duduk" sahut Elly.

"Kalau Ita engga booking, mungkin kita udah duduk di belakang" ucap Aya

"Iya sama-sama"

Sampai ada Instruksi didepan, Mereka melihat didepan terciduk 2 orang yang rambutnya diwarnai ,tentu saja itu menghambat waktu, mereka yang harusnya berangkat malah harus melihat mereka yang dihukum. Sudah diputuskan 2 orang itu tidak diajak ikut perpisahan, hore tapi emang gue pikirin. Bapak puk menyuruh kami untuk berdoa supaya selamat sampai tujuan. Sesampainya di bis kita disuguhi air Aqua masing-masing 1 botol dan kotak konsumsi. Dalam perjalanan supir memutarkan lagu Bang Jono yang dinyanyikan oleh Zaskia Gotix,

"Ini lagu kesukaannya si Sukma" Aya berkomentar

"Wah!?" Sahut Ita tercengang, Sayangnya Sukma juga tidak ikut karna masalah biaya. Sayang sekali kalau tidak ada dia suasana pasti sepi

Di Bis banyak yang menawarkan Snack, ada juga hal konyol yang terjadi. Memoto orang yang sedang tidur, ada juga yang bermain gitar ribut sekali, duduknya juga dibelakang mereka.
Dllihat jika kelas lain kompak, ada yang kompak memakai topi warna pink, ada juga yang kompak mmakai jaket kelas, Seragam. Sayangnya kelas IX D engga pake apa-apa. Tapi itu engga masalah!

Akhirnya sampai juga di The Jungle, Bogor, Kita semua diperintahkan untuk menuju lantai 2. Sebelumnya kita menyimpan tas dulu untuk mengambil makanan, makanan itu wajib habis!.

Setelah itu ada penukaran kado, setiap giliran ada 10 orang yang bergabung. Mata mereka ditutup dengan selendang merah, lalu panitia mengintruksikan mereka jika lagu sudah diputar, mereka harus joged!

"STOP"

Saat disuruh berhenti, mereka yang ditutup matanya harus berebutan mengambil kado yang ada dilantai, kado yang disediakan ada 9 kado. Orang yang tidak kebagian kado akan dihukum. Wah wah wah, Panitia bilang ke yang sudah kebagian kado, Kalau kado itu jangan dibuka dulu. Kini giliran Aya dan Elly sampai bagian Ita. Ita tampak kewalahan joged sampai sampai ga kebagian kado. Tetapi karna waktu yang mepet Ita tidak dihukum.

Akhirnya semua udah kebagian kado, ternyata ada kado tersembunyi sehingga semuanya bisa kebagian. Aya dapat 3 pasang kaus kaki, Elly dapat misting biru dengan ucapan selamat, dan Ita dapat kerudung. Terimakasih!

"Hadiahku disiapa ya" tanya Elly

"Eh itu hadiahku", "Oh hadiahku ada dikamu" Bahkan ada yang berkata seperti itu dengan ekspresi terkejut.

Bersambung

Sabtu, 05 Mei 2018

Lirik Pergi Hilang dan Lupakan - Remember of Today

Hai kawan, sudah lama engga update karna akhir-akhir ini tugas numpuk dan nuntut minta untuk dikerjain *hadeuh.

Tapi hari ini aku kepikiran buat post tentang lagu Pergi Hilang dan Lupakan milik Remember of Today. Memang lagunya kurang populer tapi lagunya cocok untuk acara perpisahan

Tanpa basa-basi lagi ini liriknya

Dunia hari ini begitu tak berarti
Tak berjalan seolah tak peduli
Lambat laun ku bertahan
Dengan hari ini
Hari yang takkan pernah berakhir

[back]
Semua telah berubah
Sejalan dengan waktu
Setiap detik berharga bagiku
Waktupun ingin ku ubah
Tuk kembali tertawa
Aku hanya bisa menangis
Aku tak bisa

[Reff]
Maafkan diriku
Atas semua kesalahan yang
kuperbuat selama ini
Kepada dirimu
Dan aku berjanji akan melepasmu
Dengan senyuman yang akan kau ingat
Dan kau kenang sampai mati
Selamanya

Lupakanlah semua cerita ini
Hancurkanlah semua mimpi mimpi
Jangan pernah kembali
Dan takkan kembali
Dan janganlah kau pernah berikan aku satu harapan
Dan karna ku ingin
Pergi hilang dan lupakan

Senin, 31 Oktober 2016

Sakit Gigi

Setelah sekian lama Koperasi  Sekolah dibuka, akhirnya mereka menjual kembali cokelat rumahan. Para Siswa/i pun sangat antusias dengan kehadiran coklat tersebut, tidak terkecuali Laura yang sangat menggemari  cokelat

Akhir-akhir ini si emak (sebutan untuk Laura) sering banget ke kopsis ya”  Tanya Elly

“kan ada yang namanya ‘cokelat rumahan’, El.  Kayak yang gatau si emak aja, selalu up to date” Jawab Aya

Nah ketauan nih lagi ngomongin gue”  ucap Laura

“Nah itu ‘cokelat rumahannya’, berapa itu Lau?  Tanya Aya sambil menunjukan jarinya ke arah cokelat

“Lah setiap gue beli sesuatu, pasti kalian nanya harganya -_-“  Jawab Laura

“Biasa, kalau mau beli sesuatu kan harus siapin uang dulu. Lagian aku engga punya uang receh .-.“ Jawab Aya

“Oh gitu, cokelat ini seharga 2 jt”  Jawab Laura sambil menunjukan wajah santainya

“2 jt katanya?  wih orang kaya”  ucap Aya tertawa

“Udah ah langsung beli aja, tunggu apalagi?”  ucap Laura sambil duduk di bangkunya

“Ya nungguin kamu nawarin coklat itu lahh , lupa ya?”  tambah Elly

Ye kamu bisa aja, El. Nih satu buat bertiga, maaf ye jadi selebihnya cobain dulu”

“Hah, kok satu untuk bertiga?”  Tanya Ita keheranan

“Iya, aku heran deh sama si emak. Kan dia beli 4 coklat, masa cuman ngasih satu huuh dasar emak” Tambah Aya

“Dasar emak pelit” Tambah Elly

“Huh kalian bukannya berterima kasih, malah protes ini itu -_-, udahlah yang aku kasih itu testi TAU” Jawab Laura dengan ketus

“yaudah, Terima Kasih Laura”

“Iye sama-sama, huuh bilang terima kasih aja mesti dikasih tau -_-“

“Coba bagi 3, tuh ngebagiinya pake penggaris si Aya aja”  bisik Ita

“Nih, langsung ambil” bisik Elly

Akhirnya mereka pun memakan cokelat itu, dan hasilnya...

“Hmm, enak banget”  Tambah Aya

Ada yang bilang kalau cokelat ini dibuat dari campuran susu Hilo” Tambah Ita

“Wah, kalo gitu jadi mau beli. Ke kopsis yuk”  ajak Elly

yukjawab Aya sambil menoleh ke arah Laura, “O_O|| Astaga Laura,  coklat yang kamu makan 
udah habis lagi?” Tanya Aya keheranan

“Emang kenapa, Masalah buat lo?” Jawab Laura ketus

Yaampun gitu-gitu aja ngambek, dasar Laura”

“Btw kalian jadi beli itu coklat?Tanya Laura

“ Yaiyalah Laura,Liat kita aja udah bawa uang. Yuk ah teman-teman”

“Duluan ya”

Keesokan harinya saat istirahat

*Bel berbunyi

“Yeehaaa, akhirnya bel berbunyi, Ita mau beli cokelat gak?” ucap Laura kegirangan

“Yah aku udah bawa makanan dari rumah, maaf ya kayaknya gabisa”

“Yaudah aku ke koperasi dulu yaa”

“Huuh” ucap Ita

Ita memindahkan bangkunya kearah bangku Aya dan Elly. Lalu mereka pun mengobrol seperti biasa

“Eh Ita”

“Eh juga”

“Bekel apa, Ta? Tanya Aya

Hmm bekel nasi goreng. Aya pasti bekel nasi kuning” jawab Ita mengira-ngira

“Iya nih Ita, biasa beli di depan rumah” jawab Aya

“Aku juga bekel nasi kuning tauu” tambah Elly sambil mengunyah

Iya kebetulan nih, padahal kemarin gak janjian. Btw tadi si emak ngomongin apa?” tanya Aya

“Biasa, dia ngajakin beli cokelat” jawab Ita

“Oo masih cokelat yang kemarin?”

“Iyaa”

“Nanana” Datanglah seseorang dari luar kelas, dan seseorang itu langsung duduk di bangkunya sendiri. Dengan lahapnya dia memakan cokelat-cokelat itu.

“Liat tuh si emak, beli cokelat banyak banget udah gitu dimakan sendiri lagih” ucap Ita sambil menunjuk Laura

“biarin lah, biar giginya ompong“  jawab Aya tertawa

“Hey yang disana , pasti mau cokelat ini kan”  tawar Laura, ”Hmm ini enak lho”

“Yaiyalah enak, kan dimakan sendiri”

“Hah kata siapa, Woy kalian mau lagi gak?”  ucap Laura sambil menawarkan cokelat itu kepada si Kembar yang ada dibelakangnya

“enggak ah makasih, kita’kan lagi  diet, kok ditawari cokelat sih?” Jawab si Kembar

“(aduh jadi malu)” bisik Laura dalam hati

“Dia ketauan bohong Ay” ucap Ita sambil menggelengkan kepala

“Udah gausah banyak gaya deh Laura. Kamu itu udah beli banyak cokelat, dimakan sendiri lagih.   Makan cokelat berlebihan tuh bisa menyebabkan kegemukan dan yang terutama adalah KEOMPONGAN.”

“BODOAMAT , kenapa kalian ngurusin hidup gue?”

“karena kita sayang sama Laura” jawab Aya,

 “(kalau si emak ompong, bisa-bisa panggilannya diganti jadi ‘nenek’)”bisik Elly, Mereka pun tertawa terbahak-bahak

“Heeh bener El, dasar nenek”

“Udahlah jangan ganggu gue makan”

“Iya deh Nenek”

“Hah?”

“Maaf tadi keceplosan”

Keesokan harinya lagi, lagi dan lagi. Laura masih saja membeli banyak cokelat. Hingga pada suatu Malam, ia tiba-tiba ingat apa yang dikatakan Aya waktu itu. Karena ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada giginya



*FLASHBACK : (Udah gausah banyak gaya deh Laura. Kamu itu udah beli banyak cokelat, dimakan sendiri lagih. Makan cokelat berlebihan tuh bisa menyebabkan kegemukan dan yang terutama adalah KEOMPONGAN).”

“Halah itu gamungkin, Si Aya pasti cuman mengada-ngada. Gue sebelumnya  gak kepikiran kalau cokelat itu bisa mengakibatkan keompongan, padahal gue selalu sikat gigi 2x sehari. Tau ah gue pusing,mending tidur aja ah” ucap Laura

Pagi hari itu, muka Laura terlihat pucat

Laura, kok muka kamu pucat sih? Kamu pasti lagi sakit ya”

“Hah engga kok”

“Terus kenapa muka kamu pucat?”

“Ita, tolong jangan kasih tau siapa-siapa ya terutama Aya dan Elly, kalau sekarang ini aku lagi……………Sakit Gigi”

“Hah? Demi apa” teriak Ita

“Ita, kamu kenapa?” tanya Aya

“Hmm gapapa kok”

“Janji ya jangan kasih tau” tatap Laura dengan penuh harapan

“Iya deh Laura, aku janji.”

***
“Tumben ya si Ita teriak” ucap Elly

“Biarin lah El, pasti itu tentang si emak”

“Ga sabar euy pengen denger ceritanya”  tambah Elly sambil nyengir

“Aku juga maunya gitu sih El, udah ah aku mau ngerjain ini”

Saat Istirahat

Ta, tadi si emak ngomongin apa sih, kok bisa bikin kamu teriak?” tanya Aya

“Maaf ya, aku gabisa kasih tau karena udah terikat janji -_-“ jawab Ita

Yah kalau udah terikat janji mau gimana lagi, udah deh kita ga bisa maksa”

“Iya, makasih kalian udah mau mengerti”

Hari demi hari. Aya dan Elly pun mulai curiga

“Akhir-akhir ini si emak ga masuk terus, heran deh” tanya Elly

“Aku mulai curiga El, jangan-jangan si emak lagi sakit gigi”

“Semenjak dia gamasuk, gaada yang ngeganggu kita lagi. Jadi kangen deh!”

“Kamu aneh El, masa kangen diganggu si emak”

“Yah rasanya ada yang kurang, begitulah”


Keesokan harinya, Ita menerima surat dari seseorang , yang lain dan tidak bukan adalah Kakaknya Laura

“teman-teman, aku nerima surat dari kakaknya Laura nih”

“coba buka suratnya” tambah Elly

“Ish itu bukannya  gak sopan?”Jawab Ita

“Gapapa, ini kan buat mengobati rasa penasaran kita” Saran Aya

“Yaudah kita buka”

SREEEETTTTT

“Tuh kan bener, si emak emang lagi sakit gigi. Susah dibilangin sih dia” ucap Aya

“Rasain ntuh emak Laura”  tambah Elly

“Kasian si emak, GWS ya semoga cepat masuk sekolah lagi” doa Ita

“Iya nih Elly bukannya kangen diganggu sama si emak?” tanya Aya

“Apasih”  jawab Elly sambil mencubit lengan Aya


Sedangkan Laura sedang berbaring di kamarnya



“Sial”  ucap Laura, “ternyata yang diomongin si Aya itu bener. . Gimana ini T_T” ucap Laura sedih

***

THE END

Jumat, 28 Oktober 2016

Cerita Es-Krim

Koperasi sekolah memiliki menu baru yaitu "es-krim". Seluruh warga sekolah berbondong-bondong pergi kesana, Geng Ita pun tidak mau ketinggalan untuk menyicipi menu terbaru dari Koperasi tersebut, Kebetulan kelas mereka bersebelahan dengan Koperasi sekolah

"Kok di Koperasi rame ya?" tanya Aya

"si emak (sebutan untuk Laura) juga tadi kesana" jawab Ita

"Heh apaan tadi ngomongin gue" tambah Laura

"Nah itu es krim yang di kopsis, berapa'an itu, Lau?" tanya Aya

"Ini?, cuman Rp 2000"

"Wah murah amat, pantes di kopsis penuh"

"Yaiyalah namanya aja udah 'menu baru',pasti ada diskonnya. Nih ada yang mau nyobain enggak?" Laura sambil menyodorkan es krimnya

"enggak ah, makasih" jawab Aya, sedangkan Ita hanya menggelengkan kepala

"Yaudah deh kalo gamau, aku makan aja"
"O_O ||, kamu ngegigit es krim?" Tanya Elly dengan mata terbelalak

"Hebat euy emak, aku aja udah ngerasa ngilu" tambah Aya

"Eh jangan salah, gue ini strong" 

"Heeh emak mulai sombong"

"Pasti dia pake odol khusus, Ay" tambah Elly

"Heeh bener, jadinya si emak punya gigi super" tambah Aya

Mereka pun tertawa

"Udah, mending kalian sono pergi beli es krim. Sebelum kehabisan wkwk, kesana'nya bareng ye, gue juga mau nambah lagi"

"Hah, mau nambah lagi? wkwk mentang-mentang diskon jadinya mau beli teruss Hahaha" Jawab Aya tertawa

"Beli aja yuk, aku juga penasaran rasa es krimnya tuh kayak gimana" Ajak Ita

"Lah, Ta. Kalo sekarang kamu penasaran sama rasanya, kenapa tadi ga nyobain es krim punya aku" Tanya Laura

"Yaampun Laura, tadi kan kamu nyuruh beli eskrim. Kenapa sekarang disuruh nyobain eskrim ih jadi lieur Sebelum ketularan mending kita kaburr" tambah Aya sambil menarik lengan ita

"Udah deh aku duluan yaa" ucap Ita

"Emang lieur si emak mah" ajak Elly

"Gilak gue ditinggalin, tungguin woy" ucap Laura sambil mengejar mereka


*Setelah beli es krim di Kopsis

"Huuh percuma ke sana. es krimnya abis" ucap Aya dengan muka kecewa

"Iya nih padahal udah ga sabar banget pengen nyicipin es krim itu" tambah Elly
"Tunggu aja besok, kan besok ada lagi." ucap Ita dengan memberi harapan

"Apa, besok? wkwk kalau besok abis gimana hayoo?" tanya Laura

"Datang paling awal aja, toh kelas kita'kan bersebelahan sama kopsis. Ye kan Ye kan" jawab Aya

"Nah, besok mah aku mau beli duaa" tambah Elly

"Beli dua beli dua, beli 100 ae sekalian -_-"  Jawab Laura

"Siapa juga yang nanya ke Laura, geer ni yee" tambah Elly

"Udah ah, nih ada satu es krim ,gue ngasih buat lu, El. makan ya"

"Aku Mau, mana es krimnya" 

"Nih, El es krimnya wkwk"  Laura sambil menahan tawa

"Kok es krimnya tipis ya" tatap Elly dengan heran

"coba buka bungkusnya" ucap Laura yang masih menahan tawanya

"Jir ini mah tumpukan kertas, dasar emak" tatap Mereka dengan kaget

"Hahaha mau aja kalian ditipu, Emang enak" ucap Laura sambil tertawa terbahak-bahak

"Heeh ngajak ribut ni anak, Ayok pusuhan si emak pusuhan si emak" ucap Elly dengan marah

"ish kalian tuh baperan banget ya, please lah jangan sampai ngajak musuhan. Ini kan cuman bercanda apa salahnya sih?" ucap Laura dengan muka memelas

"Iya deh di maafin, orang si emak cuman bercanda"
"Tapi ada deng yang aslinya, Tadaaaa baru beli tadi" Laura sambil menyodorkan es krim cup kepada mereka

"Ternyata ada juga es krim cup, berapa itu Lau?"

"Rp 3000, tadinya mau dimakan sendiri. Tapi ya buat kalian aja deh aku udah kenyang"

"Yee si emak ngasih es krim tuh pas udah kenyang aja. Ikhlas gak?" tanya Aya

"Ikhlas deh ikhlas buat temen gue ini kok"

"Makasih ya Laura, ternyata kamu baik juga" ucap Elly

"Udah baik dari dulu keless, eh tapi itu buat bertiga aja ya, kan es krimnya cuman satu hehe" jawab Laura

"kata Laura sih Berbagi itu indah" tambah Elly

"si emak sekarang lagi bijak, El" jawab Aya sambil menepuk bahu Elly

"Udah deh makan es krimnya nanti keburu cair lho"

"SIAP BOS"

Mereka pun makan es krim sambil bercanda-tawa bersama

***

THE END

p.s : cerita ini juga dapat dibaca di wattpad






Sabtu, 01 Oktober 2016

Masuk sekolah [LAGI] hari ke 2

Selasa, 28 Juli 2015

Hari kedua di sekolah, wah tidak kalah serunya dengan yang kemarin. Kegiatan hari ini pasti perkenalan wali kelas sama pemilihan KM beserta seksi-seksinya.

“Wah paling yang jadi KM pasti anak paling nakal di kelas, menyenangkan sekali -_-.”
Ucap Ita dengan senyum sinis

Ita berjalan menuju kelas yang kemarin, dan dia menemui Elly yang udah stand by di kelas

"Sini Ita, duduk dibelakang aku" ajak Elly sambil menepuk bangkunya Ita

"Huh, hari ini pasti aku duduk sendiri nih. Orang kita cuman bertiga"
tanya Ita dengan muka cemberut

"Ga kok Ita, pasti ada yang mau duduk sama kamu (kalo tempat duduknya penuh sih) wkwk" jawab Elly sambil cengengesan

"Kita lihat saja nanti haha"

5 menit kemudian Aya pun datang ke kelas

"Haduh dingin hari ini, Tadi aku berangkat bareng Billa lho, sekarang dia nunggu di belakang kelas." Ajak Aya

"Sambil ngenalin teman baru kita, Ita" kata Elly sambil tertawa kecil

"Asik, tunggu apalagi? Yuk keluar!." Dengan bahagianya, Mereka akhirnya keluar kelas

Akhirnya Ita menemui gengnya Aya dan Elly. Mereka berkenalan dengan cara 'antimainstream' yaitu saling menginjak sepatu satu sama lain. Mereka ada yang dari kelas IX A,E dan juga F.

“Lihat dong sepatu si Ita, kinclong gitu. Daripada sepatu kalian, heuh udah buluk aja masih dipake”  bentak Sukma sambil menunjuk jarinya kearah sepatu Ita

“Enak aja lu, sadar dong sadar sepatu lu juga buluk”  jawab Nay

“Bodo ah sepatu buluk aja dipikirin. Eh ada yang kurang nih disini, apa yaa?” tanya Sukma

“Engga tau tuh, perasaan ga ada yang kurang kok” jawab Aya

“Iya apasih, si Sukma mah suka gajelas” tambah Elly

“Hooh iya aku baru inget, yang kurang disini berarti si Chris…. Iya cuman si Christie yang  gak ikut kesini.” Jawab Billa

“Bener juga sih, emang dia gaada disini.” Jawab Ita

“Yaudah kita samper ke kelasnya aja” ajak Elly

“Hoii tunggu dulu. Tau gak kalian, di kelas si Chris tuh udah langsung belajar”  bisik Sukma

Ah masa sih, kok kita enggak langsung belajar?” jawab Aya

“Haduh kalian malah ngobrol, langsung aja kita ke kelasnya si Chris..” ajak Nay

Setelah mereka sudah di depan kelasnya Christie, terjadilah perdebatan.

“Ini gurunya siapa sih?, yok siapa yang berani ngintip ke sana” Tanya Billa sambil bertanya satu-satu

“Kok pake ngintip segala sih? Kan bisa nanti Tanya langsung ke si Christie.” Tanya Ita

“Biar surprise gitu loh, oke siapa yang mau?”

“Jangan aku lah” jawab Aya

“Gamau ah aku takut” jawab Elly

“Ih takut ketauan, Sukma aja tuh” jawab Nay

“Ogah milih diamah, udah pasti ketauan” jawab Billa sambil menatap Sukma

“Dih siapa juga yang mau nengok ke sana, nah si Ita aja tuh daritadi dia gak protes”

“Kamu mau nengok ke sana?” Tanya Billa

“Yaudah deh, (udah professional ini kok hahaha)” jawab Ita dengan PDnya dia mengintip kelasnya Christie

Dan ternyata Ita berhasil mengintip lewat celah pintu, layaknya agen rahasia.

....

Dan semuanya pun kembali ke kelas masing-masing karna wali kelas sudah memberikan pengarahan









Masuk sekolah [LAGI]

[INTRO]
Setelah kenaikan kelas, pasti diadakan rotasi kelas. Ini berarti para siswa akan ditempatkan di kelas berbeda dari kelas yang sebelumnya. Memasuki kelas baru, selain menyiapkan peralatan sekolah, kita juga harus menyiapkan fisik dan mental ya kan. Kenapa? Karena di kelas baru, pelajaran-pelajaran yang sulit sudah menunggu. PR pun bakal menumpuk untuk dikerjakan dan mungkin aja ketemu lagi sama guru killer yang (padahal) kita lupakan saat liburan kemarin.
Yang namanya serba baru sering bikin kita penasaran. Kelas baru mungkin nggak jauh berbeda dengan yang kita bayangkan, tapi sangat mungkin bayangan kita bisa meleset jauh!
Mungkin kita jadi makin semangat belajar, Yang jelas bertemu guru dan teman-teman baru, atau malah ketemu teman lama (mungkin loh ya).

Nggak kalah seru juga di mana nanti kita bisa bertemu teman sebangku yang baru. Bisa jadi kita sebangku sama orang yang karakternya beda 180%. Yang gaul ketemu yang cupu, yang pendiam sebangku sama yang cerewet, dll.
Akibatnya, obrolan pun jadi nggak nyambung hingga timbul perasaan malas dan jenuh (pastinya).  Jangan mengeluh dulu, apalagi putus asa!. Jalani aja apa yang sedang kita hadapi sekarang, mungkin di masa depan kamu akan merindukan masa-masa itu.
Apakah mungkin di kelas baru banyak hal-hal yang tidak terduga?
Sebuah cerita akan dimulai dari sini.


Senin, 27 Juli 2015

Di pagi itu setelah upacara, Ita berkeliling kelas seperti anak ilang, perlu beberapa menit untuk menemukan teman-temannya. Dia melihat kerumunan itu berkumpul di depan ruang aula,
"Ada apa sih disana?" tanya Ita keheranan.
Karena penasaran, Ita pun berjalan kearah aula, dan ternyata kerumunan itu sedang melihat tabel pembagian kelas. Ita pun mencoba memberanikan diri untuk menerobos kerumunan itu dan melihat tabel pembagian kelas. Eh ternyata, Ita kebagian kelas IX D bersama Aya dan Elly, teman lamanya.

“Wah Enggak nyangka aku bakal sekelas dengan mereka, tapi kok orangnya gak ada disini?” Tanya Ita kebingungan

Setelah tau semua itu, Ita langung pergi dari aula dan mencari mereka, Ternyata mereka sedang berkumpul di depan kelas VIII D (kelas sementara IX C), tepatnya di kelas Christie, “soulmate” mereka sejak kelas 8. Ita pun segera menyusul mereka, setelah sampai Ita segera menepuk bahunya Aya.

“Hey Aya, kita sekelas lho.” Ita memberitahu Aya soal ini

"Iya Ita, yes akhirnya kita sekelas juga!."  jawab Aya kegirangan, mereka menyambutnya dengan ‘cas’ tangan. Datanglah Elly dari dalam kelas

“Hoii Ita, kita emang sekelas nih, tadi kita nyariin kamu lho.?” Tanya Elly

“Oh iya maaf ya ngerepotin. Yaudah kita cari kelas D aja yuk” ajak Ita

“Yuk”


Mereka tidak sadar kalau kelas D itu bersebelahan dengan kelas C (kelas sementara).

"Hah, ternyata deket juga letak kelas kita sama kelasnya Christie. " kata Elly takjub

"Yaudah deh, kita booking tempat dulu yuk" ajak Aya


"Iya, tapi aku gamau di belakang, Aya tau kan aku pake kacamata" kata Elly


"Heeh lah El, kita mending duduk di depan aja"

Ujar Aya

"Kalau aku sih mau duduk di mana aja boleh"

Kata Ita

"Ita duduk di belakang kita aja deh" ujar Elly


"Oke sip kalau gitu. Yaudah kita simpen tas dulu terus main ke Christie, gimana?" ajak Ita sambil keluar kelas. Pada saat itu juga bel berbunyi. Elly malah mengajak mereka pulang bareng.

"Pulang aja yuk, Ita mau engga pulang bareng kita" ajak Elly

"Boleh juga, kebetulan aku sama Aya naik angkot sejurusan" jawab Ita


"Kalo gitu oke sip, yuk ah jalan"


Mereka berjalan menuju gerbang dan pulang

(P.s = mereka sengaja tidak jajan karena di kantin memang tidak ada yang jualan hihi)

THE END

Catatan : Terima Kasih banyak sudah membaca, maaf jika ada kesalahan mohon beri kritik dan sarannya.

Senin, 24 Agustus 2015

Handphone ditangan Temannya





Bel pulang sekolah berbunyi, Ita segera pergi ke kamar mandi dan bersembunyi di dalam pintu untuk menghindari Wati, temannya yang licik. Beberapa menit kemudian Ita keluar dari pintu dan datanglah Aya yang datang menyusul dirinya
Ssstt..Ita, ternyata kamu disini. Tadi Wati nanyain kamu lho, katanya mau minta tolong kerjain tugas bahasa inggrisnya.”
Benarkah, sekarang Wati sedang apa?.” Tanya Ita
Ah, dia di depan kelasnya tuh lagi ngobrol. Mendingan kita kabur saja yuk sebelum ketahuan.” jawab Aya
Ayo, kita harus cepat-cepat.”
“Tunggu sebentar Ita, aku mau jajan batagor dulu”
“Ah kamu kerjaanya jajan terus, gimana kalau ketahuan coba!?” Tanya Ita dengan gelisah
“Mendingan kamu duluan aja deh, soalnya aku laper” jawab Aya
“Yaudah deh kalau gitu aku duluan ya”
Karena tempat batagornya penuh, Aya pun menyusul Ita ke gerbang sekolah dan bersembunyi, disitu kami melihat Elly sedang menemani Christie yang tidak seperti biasanya. Ia terlihat sangat sedih
Hey, ada apa dengan Christie (AADC)? mukanya kok ditekuk gitu.”  Tanya Aya dengan heran
“Hand..Handphone ku hilang ” jawab Christie
“Tenang. Coba ceritakan ciri-ciri handphone mu, siapa tau kita bisa bantu,” ujar Ita berusaha menenangkan.
“Handphoneku merknya Samsung keluaran terbaru, memakai Casing berwarna pink dan ada gantungan bonekannya di bawah.”
“Ah” seru Aya kaget. ”Aku barusan lihat handphone yang ciri-cirinya itu sama kayak punya kamu, tadi aku lihat handphone itu ada ditangan orang yang memakai tas berwarna hijau dengan motif bunga.”
“Tas itu?” Tanya si Christie. “Miran juga kan pakai tas itu dan kalau nggak salah dia juga pernah cerita kalau handphonenya itu sangat mirip dengan punyaku."
“Kalau begitu ayo kita cari si Miran untuk menanyai hal ini,” anjur Ita sambil beranjak pergi dari tempat itu
“Hey Ita, sekarang kan jam pulang sekolah, disana pasti sepi. Mendingan kita pulang aja yuk. penelusurannya kita lanjut besok.” Ajak Elly untuk pulang
Keesokan harinya, tidak sengaja si Ita, Aya, Miran dan teman-temannya seangkot
 “Eh teman-teman, aku senang sekali karena sudah menemukan handphoneku yang telah hilang” ungkapan Miran “Dan aku harus segera mengucapkan terima kasih kepada Wati atas sarannya ini”
“Apa!” seru Ita kaget .”Hmm seorang teman mencuri barang temannya sendiri itu bukanlah sikap terpuji. Aha…mendingan kita rekam saja pembicaraananya ini.”  Ujar Ita
“Ide bagus tuh. Kamu merekam aku fofotoan ya, boleh ya.” Tanya Aya
“Eh enak aja kamu fofotoan. Ini Serius!.” seru Ita dengan kesal
“Maaf Ta, maksudku foto tingkah laku si Miran gitu, takutnya mencurigakan”
Sesampainya disekolah, Ita masih ragu akan bukti rekaman itu. Jadinya Ita akan mendiskusikan masalah handphone dengan Christie
“Gimana Chris.. soal handphone itu? udah dikasih tau ke orang tua kamu?.” Tanya Ita
Ah Orang Tuaku tidak ada dirumah. Malah Wali Kelasku yang tau.” Jawab Christie
Hah iya gitu!. Tadi kita seangkot sama Miran lho dan kebetulan ngomongin soal handphone itu.  Jadinya kita rekam dan foto deh. Iya kan Aya?”
Iya iya itu bener, kalau begitu kita bisa langsung buktiin ke Wali kelas kamu.”  Jawab Aya
“Sssstt, jangan dulu deh. Mendingan kita bagi-bagi tugas dulu. Christie, kamu awasi tingkah laku si Miran siapa tau ada petunjuk,  lalu Aya dan aku introgasi si Miran. Terakhir Ita harus mau introgasi si Wati. Setuju?.” Ujar Elly dalam menyelesaikan masalah
“Tap…tap..tapi aku masih banyak urusan sama Wati, apa boleh buat, demi handphone Christie aku setuju-setuju saja”. Jawab Ita
Saat Christie melihat ke kolong meja tak sengaja ia menemukan kartu memory miliknya, lalu ia segera memberitahu Aya dan memfoto petunjuk tersebut dengan kamera handphone-nya Aya
“Ah, Christie akhirnya kamu menemukan petunjuk. Mungkin kita bisa jadiin ini bukti.”  Ujar Aya
“Ya. Tetapi ada satu hal lagi, kita harus mengintrogasi dua orang itu dan mengatakan yang sebenarnya” jawab Elly
Tidak lama kemudian saat Elly,Aya, dan Christie sedang berdiskusi, datanglah Miran seorang diri dan mereka segera menghampiri Miran
“Hey Miran, aku ingin tahu darimana kamu mendapatkan handphone itu kembali, bukannya sudah hilang?” Tanya Elly
“Beli lah, masa nyolong hahahajawab Miran
“Kamu nggak usah bohong deh, aku merekam semua pembicaraan kamu di angkot dan aku menemukan kartu memory Christie di kolong meja kamu.”, Tanya Aya dengan tegas
“Alah, aku nggak percaya. Mana buktinya hayoo”  jawab Miran dengan rasa tidak percaya
Karena tidak percaya, Aya membuka rekaman itu dan didengar langsung oleh Miran
Christie kehilangan handphonenya yang ditaruh di kolong meja dan tiba-tiba hilang saat dia sedang piket. Saat Miran akan menyimpan minumannya ditas ia tak sengaja melihat Handphone itu dan mirip dengan yang ia miliki. Datanglah Wati yang memberi saran kepada Miran.
“Eh kamu kenapa bingung kayak gitu” Tanya Wati
“Ini nih Handphone yang dikolong bangku tuh mirip sama dengan punyaku. Menurutmu aku harus bagaimana?” Miran mengeluh
“Oh kalau gitu ambil Handphonenya aja, toh kamu nggak akan ketahuan. Percayalah” saran Wati
“Kamu yakin nggak akan ketahuan.”? Miran ragu
“Iya lah, aku sudah pernah ngelakuin itu dulu”
“Oh aku sebenarnya nggak percaya sih, tapi yaudah deh”
tanpa berfikir panjang, Miran langsung mengambil handphone tersebut.
Setelah semua itu selesai, Miran langsung terdiam tetapi belum percaya akan rekaman itu. Untuk membuktikan, Aya dan Elly pun meminta Miran untuk diantarkan ke tempatnya Wati.
Saat Ita berada di tempatnya Wati....
Hey wati, ini aku Ita.”
Apa !? Emangnya aku punya urusan sama kamu huh.” Saut Wati
“Maaf, apa kamu terlibatkan dalam kehilangan Handphonenya Christie?.”
“Kamu detektif huh?” dengus Wati. “Aku tidak suka ada orang yang berlagak sok pintar kayak kamu Ita.”
Ita berusaha menahan kesabarannya. “Christie kehilangan handphonenya dan katanya kamu ngasih saran ke Miran untuk mencuri handphonenya.”
“Enak saja kamu , aku hanya memberitahunya saja, toh hanya diam. Kurasa Miran yang mengambil handphone itu.” jawab Wati sambil tersenyum licik.
Dasar tidak tau diri.” Seseorang yang berbicara dari luar
Apa kamu bilang Miran” dengus Wati “Itukan salah kamu sendiri, menuruti perkataanku”
“Memang lidah tak bertulang, Karena kamu aku telah melakukan hal yang tidak terpuji ini. Lebih baik ku meminta maaf lalu mengembalikan Handphone ini ke Christie.” Miran merasa malu dan bersalah kepada Christie
Makasih Miran, Aku senang Miran bisa mengakui apa yang dia lakukan. Aku sekarang sudah tahu pencurinya siapa, karena dia membuat kesalahan dalam obrolannya.” ujar Christie
"Walau bagaimanapun juga, Miran kan tetap harus dihukum. Biar tidak melakukan kesalahan yang samaa"saran dari Aya
"Huh apalagi si Wati tuh biang keroknya, udah laporin aja deh."
“Nah, karena pendapat kalian itu benar, yaudah deh lebih baik kita laporkan mereka. Gimana?.” Ujar Ita
“Kami semua setuju”
Ita dan Teman-temannya lalu melaporkan Wati dan Miran kepada Wali kelasnya Christie dan masalah kehilangan handphone pun sudah terpecahkan. Christie mengangguk puas. Wati mengaku dengan muka pucat dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi


P.S = kalau ada yang kesalahan dalam cerpen ini, tolong kasih kritik  dan sarannya ya :). Saya minta maaf kalo cerita ini kurang seru.
Terima kasih