Senin, 24 Agustus 2015

Handphone ditangan Temannya





Bel pulang sekolah berbunyi, Ita segera pergi ke kamar mandi dan bersembunyi di dalam pintu untuk menghindari Wati, temannya yang licik. Beberapa menit kemudian Ita keluar dari pintu dan datanglah Aya yang datang menyusul dirinya
Ssstt..Ita, ternyata kamu disini. Tadi Wati nanyain kamu lho, katanya mau minta tolong kerjain tugas bahasa inggrisnya.”
Benarkah, sekarang Wati sedang apa?.” Tanya Ita
Ah, dia di depan kelasnya tuh lagi ngobrol. Mendingan kita kabur saja yuk sebelum ketahuan.” jawab Aya
Ayo, kita harus cepat-cepat.”
“Tunggu sebentar Ita, aku mau jajan batagor dulu”
“Ah kamu kerjaanya jajan terus, gimana kalau ketahuan coba!?” Tanya Ita dengan gelisah
“Mendingan kamu duluan aja deh, soalnya aku laper” jawab Aya
“Yaudah deh kalau gitu aku duluan ya”
Karena tempat batagornya penuh, Aya pun menyusul Ita ke gerbang sekolah dan bersembunyi, disitu kami melihat Elly sedang menemani Christie yang tidak seperti biasanya. Ia terlihat sangat sedih
Hey, ada apa dengan Christie (AADC)? mukanya kok ditekuk gitu.”  Tanya Aya dengan heran
“Hand..Handphone ku hilang ” jawab Christie
“Tenang. Coba ceritakan ciri-ciri handphone mu, siapa tau kita bisa bantu,” ujar Ita berusaha menenangkan.
“Handphoneku merknya Samsung keluaran terbaru, memakai Casing berwarna pink dan ada gantungan bonekannya di bawah.”
“Ah” seru Aya kaget. ”Aku barusan lihat handphone yang ciri-cirinya itu sama kayak punya kamu, tadi aku lihat handphone itu ada ditangan orang yang memakai tas berwarna hijau dengan motif bunga.”
“Tas itu?” Tanya si Christie. “Miran juga kan pakai tas itu dan kalau nggak salah dia juga pernah cerita kalau handphonenya itu sangat mirip dengan punyaku."
“Kalau begitu ayo kita cari si Miran untuk menanyai hal ini,” anjur Ita sambil beranjak pergi dari tempat itu
“Hey Ita, sekarang kan jam pulang sekolah, disana pasti sepi. Mendingan kita pulang aja yuk. penelusurannya kita lanjut besok.” Ajak Elly untuk pulang
Keesokan harinya, tidak sengaja si Ita, Aya, Miran dan teman-temannya seangkot
 “Eh teman-teman, aku senang sekali karena sudah menemukan handphoneku yang telah hilang” ungkapan Miran “Dan aku harus segera mengucapkan terima kasih kepada Wati atas sarannya ini”
“Apa!” seru Ita kaget .”Hmm seorang teman mencuri barang temannya sendiri itu bukanlah sikap terpuji. Aha…mendingan kita rekam saja pembicaraananya ini.”  Ujar Ita
“Ide bagus tuh. Kamu merekam aku fofotoan ya, boleh ya.” Tanya Aya
“Eh enak aja kamu fofotoan. Ini Serius!.” seru Ita dengan kesal
“Maaf Ta, maksudku foto tingkah laku si Miran gitu, takutnya mencurigakan”
Sesampainya disekolah, Ita masih ragu akan bukti rekaman itu. Jadinya Ita akan mendiskusikan masalah handphone dengan Christie
“Gimana Chris.. soal handphone itu? udah dikasih tau ke orang tua kamu?.” Tanya Ita
Ah Orang Tuaku tidak ada dirumah. Malah Wali Kelasku yang tau.” Jawab Christie
Hah iya gitu!. Tadi kita seangkot sama Miran lho dan kebetulan ngomongin soal handphone itu.  Jadinya kita rekam dan foto deh. Iya kan Aya?”
Iya iya itu bener, kalau begitu kita bisa langsung buktiin ke Wali kelas kamu.”  Jawab Aya
“Sssstt, jangan dulu deh. Mendingan kita bagi-bagi tugas dulu. Christie, kamu awasi tingkah laku si Miran siapa tau ada petunjuk,  lalu Aya dan aku introgasi si Miran. Terakhir Ita harus mau introgasi si Wati. Setuju?.” Ujar Elly dalam menyelesaikan masalah
“Tap…tap..tapi aku masih banyak urusan sama Wati, apa boleh buat, demi handphone Christie aku setuju-setuju saja”. Jawab Ita
Saat Christie melihat ke kolong meja tak sengaja ia menemukan kartu memory miliknya, lalu ia segera memberitahu Aya dan memfoto petunjuk tersebut dengan kamera handphone-nya Aya
“Ah, Christie akhirnya kamu menemukan petunjuk. Mungkin kita bisa jadiin ini bukti.”  Ujar Aya
“Ya. Tetapi ada satu hal lagi, kita harus mengintrogasi dua orang itu dan mengatakan yang sebenarnya” jawab Elly
Tidak lama kemudian saat Elly,Aya, dan Christie sedang berdiskusi, datanglah Miran seorang diri dan mereka segera menghampiri Miran
“Hey Miran, aku ingin tahu darimana kamu mendapatkan handphone itu kembali, bukannya sudah hilang?” Tanya Elly
“Beli lah, masa nyolong hahahajawab Miran
“Kamu nggak usah bohong deh, aku merekam semua pembicaraan kamu di angkot dan aku menemukan kartu memory Christie di kolong meja kamu.”, Tanya Aya dengan tegas
“Alah, aku nggak percaya. Mana buktinya hayoo”  jawab Miran dengan rasa tidak percaya
Karena tidak percaya, Aya membuka rekaman itu dan didengar langsung oleh Miran
Christie kehilangan handphonenya yang ditaruh di kolong meja dan tiba-tiba hilang saat dia sedang piket. Saat Miran akan menyimpan minumannya ditas ia tak sengaja melihat Handphone itu dan mirip dengan yang ia miliki. Datanglah Wati yang memberi saran kepada Miran.
“Eh kamu kenapa bingung kayak gitu” Tanya Wati
“Ini nih Handphone yang dikolong bangku tuh mirip sama dengan punyaku. Menurutmu aku harus bagaimana?” Miran mengeluh
“Oh kalau gitu ambil Handphonenya aja, toh kamu nggak akan ketahuan. Percayalah” saran Wati
“Kamu yakin nggak akan ketahuan.”? Miran ragu
“Iya lah, aku sudah pernah ngelakuin itu dulu”
“Oh aku sebenarnya nggak percaya sih, tapi yaudah deh”
tanpa berfikir panjang, Miran langsung mengambil handphone tersebut.
Setelah semua itu selesai, Miran langsung terdiam tetapi belum percaya akan rekaman itu. Untuk membuktikan, Aya dan Elly pun meminta Miran untuk diantarkan ke tempatnya Wati.
Saat Ita berada di tempatnya Wati....
Hey wati, ini aku Ita.”
Apa !? Emangnya aku punya urusan sama kamu huh.” Saut Wati
“Maaf, apa kamu terlibatkan dalam kehilangan Handphonenya Christie?.”
“Kamu detektif huh?” dengus Wati. “Aku tidak suka ada orang yang berlagak sok pintar kayak kamu Ita.”
Ita berusaha menahan kesabarannya. “Christie kehilangan handphonenya dan katanya kamu ngasih saran ke Miran untuk mencuri handphonenya.”
“Enak saja kamu , aku hanya memberitahunya saja, toh hanya diam. Kurasa Miran yang mengambil handphone itu.” jawab Wati sambil tersenyum licik.
Dasar tidak tau diri.” Seseorang yang berbicara dari luar
Apa kamu bilang Miran” dengus Wati “Itukan salah kamu sendiri, menuruti perkataanku”
“Memang lidah tak bertulang, Karena kamu aku telah melakukan hal yang tidak terpuji ini. Lebih baik ku meminta maaf lalu mengembalikan Handphone ini ke Christie.” Miran merasa malu dan bersalah kepada Christie
Makasih Miran, Aku senang Miran bisa mengakui apa yang dia lakukan. Aku sekarang sudah tahu pencurinya siapa, karena dia membuat kesalahan dalam obrolannya.” ujar Christie
"Walau bagaimanapun juga, Miran kan tetap harus dihukum. Biar tidak melakukan kesalahan yang samaa"saran dari Aya
"Huh apalagi si Wati tuh biang keroknya, udah laporin aja deh."
“Nah, karena pendapat kalian itu benar, yaudah deh lebih baik kita laporkan mereka. Gimana?.” Ujar Ita
“Kami semua setuju”
Ita dan Teman-temannya lalu melaporkan Wati dan Miran kepada Wali kelasnya Christie dan masalah kehilangan handphone pun sudah terpecahkan. Christie mengangguk puas. Wati mengaku dengan muka pucat dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi


P.S = kalau ada yang kesalahan dalam cerpen ini, tolong kasih kritik  dan sarannya ya :). Saya minta maaf kalo cerita ini kurang seru.
Terima kasih